Inilah Rahasia TIM TNI AD bisa ungguli Amerika dan Eropa

TNI AD kalahkan Australia dan USA

Kejayaan tim TNI AD di perlombaan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) beberapa waktu lalu membikin sejumlah negara besar kelabakan. Saking gusarnya, bahkan  panitia ngotot ingin membongkar senjata produksi PT Pindad tersebut.

Menanggapi kemenangan besar tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan menegaskan, bahwa Indonesia tidak berbuat curang. Hal ini sudah ditanyakan saat dirinya ngobrol dengan manajemen PT Pindad di pabriknya, Bandung. Dan setelah mendengarkan penjelasan Pindad, Luhut menegaskan, tidak ada kecurangan dalam AASAM itu. 

“Tadi sudah saya tanyakan, kenapa bisa menang, dan ternyata memang ada rahasianya. Saya pelatih menembak, saya paham itu (senjata). Mereka buat satu satuan yang runtun, tidak ada kecurangan. Lalu kenapa (Australia) minta dibongkar? Kalau menangnya (selisih) cuma dua atau tiga boleh saja. Kalau menang 30 dari 50, itu kebanggaan,” ujar Luhut seusai kunjungannya ke PT Pindad, Kamis (4/6/2015). 

Kombinasi
Ditempat terpisah, Direktur Utama PT Pindad Sylmi Karim menegaskan,  bahwa kemenangan Indonesia dikarenakan adanya tiga kombinasi handal, yakni petembak, amunisi, dan senjata. Sedangkan Pindad memiliki kemampuan handal dalam hal senjata dan amunisi. Ketiga kombinasi ini klop satu sama lain. 

“Kemenangan ini sebagai bukti, dan sudah saatnya pemerintah memberikan kepercayaan tinggi kepada produk Indonesia, daripada import mahal alutista luar negeri. Kemenangan ini memperlihatkan kemampuan Indonesia bersaing dalam lomba. Kalau ini bisa diwujudkan dalam pengadaan produk pertahanan dan keamanan akan lebih indah lagi,” imbuhnya. 

Alangkah bagusnya TNI ataupun Polri memakai semua produk dalam negeri dan memesan senjata dari Pindad. Bahkan, jika pemerintah serius, maka ke depan, Indonesia berpotensi bersaing dengan produsen luar negeri dalam pengadaan alat pertahanan. “Jika selama ini anak-anak ditanya soal senjata tahunya M16, kita juga ingin di luar negeri anak-anak tahunya SS2,” kata dia. Kemenangan ini berimbas pada bisnis penjualan senjata produksi PT Pindad yang makin bergeliat, yang ditandai dengan sejumlah negara yang berniat membeli SS2 buatan PT Pindad tersebut.

Sumber: kompas.com

Huwaei anggap Indonesia pasar yang sangat penting dan harus dimenangkan

smartphone_Huawei_tangguh

Walau di Indonesia, nama Huwaei sebagai merek produsen smartphone belum begitu akrab di telinga konsumen, dan masih kalah dengan smartphone brand lain sudah begitu banyak, namun menutut Richard Yu, Indonesia dianggap Huawei sebagai pasar yang sangat penting dan harus "dimenangkan". 

Richard Yu, CEO Huawei Consumer Business Group, saat hadir di Jakarta pada Kamis malam (5/6/2015), untuk jumpa dengan beberapa media juga mengatakan Huawei yakin bisa berbicara banyak di pasar Indonesia. 

"Percayalah, di China, kondisinya jauh lebih rumit. (Selain pemain besar) banyak pemain kecil-kecil yang di arena smartphone. Kalau di China saja kami bisa unggul, begitu juga di Indonesia pasti bisa," ujar Richard.

Di Tiongkok, Huawei dalam waktu yang relatif singkat, sekitar 3 tahun terakhir, menurut data GfK telah melampaui pangsa pasar Apple dan Samsung. Pada April 2015, Huawei mencatatkan pangsa pasar 13,68 persen di atas kedua vendor tersebut. 

Di pasar ponsel Indonesia pun demikian, awalnya Huawei masuk sebagai penyedia perangkat untuk operator telekomunikasi. Ini di luar bisnisnya di ranah jaringan, tentu saja. 

Menurut Richard, dulu fokus Huawei adalah di pasar menengah ke bawah. Sedangkan, dengan brand sendiri dimunculkan, Huawei mulai mengincar pasar kelas atas. 

"Kami akan menyasar segmen menengah dan high end. Tapi tentunya tanpa melupakan segmen low end," tuturnya. 

Perangkat yang Akan Datang
Contohnya, pada Sabtu, 7 Juni 2015, Huawei bakal meluncurkan perangkat Y3 dan Y5. Ponsel yang dijuluki Batik Phone ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia. 

Meski untuk segmen pengguna awal atau low end, perangkat dengan perkiraan harga di bawah Rp 1 juta itu dikatakan memiliki fitur yang cukup mumpuni. Termasuk, misalnya, prosesor Quad Core serta kamera depan resolusi 2MP untuk selfie. 

Selain itu, Huawei berencana menghadirkan perangkat unggulannya P8. Seri Huawei P8, yang terdiri atas P8, P8 Lite dan P8 Max dijanjikan bakal segera masuk pasar Indonesia. 

Ada juga perangkat Honor 4X yang akan muncul dalam 1 atau 2 bulan lagi. Ini merupakan perangkat yang perakitannya dilakukan bersama rekanan Huawei di Surabaya. Hal itu demi memenuhi aturan kandungan dalam negeri juga. 

Huawei juga bakal menghadirkan perangkat wearable, seperti jam tangan pintar dan gelang pintar. Contohnya, Huawei TalkBand B2 yang bakal diluncurkan secara global pada kwartal III 2015.

Honor vs Huawei? 
Meski meyakini pasar Indonesia bakal bisa dikuasainya, sebagaimana Huawei menguasai China, Richard mengatakan pasti akan ada strategi khusus untuk Indonesia. 

Richard mencontohkan bagaimana di negara asalnya, Huawei memiliki strategi dua merek: Honor dan Huawei. 

Honor, ujarnya, khusus dirancang untuk konsumen e-commerce. Perangkat itu juga memiliki harga lebih murah untuk segmen menengah. Sedangkan perangkat dengan merek Huawei adalah yang dirancang untuk konsumen high end. Jalur distribusi dan pemasarannya juga lebih "tradisional".

Namun untuk Indonesia, ujar Richard, Huawei mungkin tidak perlu melakukan hal itu. Ia mengatakan Honor di Indonesia tidak akan diperlakukan sebagai merek tersendiri, namun sebagai lini produk Huawei. 

Di Indonesia Huawei juga melakukan beberapa strategi. Mulai dari strategi distribusi hingga pemasaran dan pengembangan produk.

Sumber: kompas.com

Inilah besaran kenaikan iuran BPJS kesehatan

iuran_BPJS-Kesehatan

Usulan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS) Kesehatan supaya menaikkan besaran iuran bagi peserta penerima bantuan iuran (PBI) ataupun non-PBI mendapat restu dari Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). Hal ini dikarenakan BPJS justru mengalami defisit pada tahun pertamanya beroperasi.

Chazali Situmorang, Ketua DJSN, mengemukakan bahwa rasio klaim BPJS Kesehatan telah melebihin100 persen. Ini berarti, besar pasak daripada tiang, atau klaim lebih besar daripada iuran yang dikumpulkan. "Padahal idealnya 90 persen rasio untuk klaim penyelenggaraan," katanya, Kamis (26/2/2015).

Chazali juga mengatakan, DJSN akan mendukung usulan BPJS Kesehatan agar menaikkan iuran. Adapun iuran baru untuk peserta PBI yang diusulkan adalah Rp 27.500, dari sebelumnya Rp 19.225. Sementara itu, iuran peserta non-PBI bertambah Rp 10.000 dari setiap kelas yang berlaku.

Bagi peserta lama iuran baru tersebut tidak berlaku. Peserta lama tetap membayar dengan jumlah yang sama. "Kami harapkan, iuran baru ini mulai berlaku 2-3 bulan ke depan. Saat ini, kami masih menunggu perpres-nya terlebih dahulu," imbuh Chazali.

Data BPJS Kesehatan mencatat defisit pada laporan tahun lalu. Total iuran yang dikantongi mencapai Rp 41,06 triliun. Sementara itu, total manfaat dan klaim yang dibayar sebesar Rp 42,6 triliun. Alhasil, rasio klaimnya mencapai 103,88 persen.

Fachmi Idris, Direktur Utama BPJS Kesehatan, sebelumnya menyebut, kebanyakan masyarakat mendaftar menjadi peserta ketika mereka sakit. "Ketika sakit di rumah sakit, baru mendaftar," terang dia.

Oleh karena itu, BPJS Kesehatan berencana mengubah aturan masa aktivasi yang saat ini tujuh hari sejak pendaftaran menjadi satu hingga tiga bulan. Sekadar informasi, tahun ini, BPJS mematok menghimpun iuran atau premi Rp 55 triliun, dengan nilai klaim mencapai Rp 54,04 triliun. Jika target itu tercapai, maka rasio klaim BPJS akan turun menjadi 98,25 persen. (Christine Novita Nababan)

Sumber: kompas.com

BPJS Kesehatan harapkan iuran naik, jadi 40.000

bpjs naikkan iuran

Dengan berbagai macam pertimbangan, salah satunya adalah defisit anggaran yang dialami. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengajukan permintaan kepada pemerintah untuk agar bisa menaikkan iuran BPJS Kesehatan dari saat ini Rp 19.000 menjadi Rp 27.500-Rp 40.000 per orang.

Fahmi Idris, Direktur Utama BPJS Kesehatan, mengatakan, permintaan perbaikan iuran tersebut penting dilakukan, juga didasarkan akan beberapa pertimbangan. Salah satunya, defisit anggaran yang dialami oleh BPJS Kesehatan. Jadi dengan menaikkan besaran iuran, akan membantu juga BPJS Kesehatan agar tetap bisa tumbuh dan berkembang. 

Dikatakan Fahmi Idris, bahwa semenjak program BPJS Kesehatan diterapkan, lembaga tersebut selalu mengalami defisit. Permasalahan tersebut dipicu oleh moral hazard yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat mampu dan sebenarnya punya asuransi komersial yang memanfaatkan fasilitas BPJS Kesehatan karena ingin mendapat keuntungan.

Fahmi menghitung, akibat perbuatan tersebut, BPJS Kesehatan pada 2014 lalu mengalami defisit sampai Rp 3,3 triliun. "Defisit tersebut terjadi akibat mismatch antara pengeluaran dan iuran yang tidak seimbang," katanya, Kamis (4/6/2015).

Fahmi mengatakan, defisit tersebut selama ini baru ditutup dengan dana sebesar Rp 5,6 triliun yang merupakan dana cadangan BPJS Kesehatan. 

"Kami ingin mismatch, pada masa mendatang, diatasi secara terstruktur, salah satunya dengan memperbaiki iuran peserta. Kami tidak ingin lagi mismatch ditutup dengan suntikan dana," katanya.
( Sumber: kompas.com )

Jadi buruan 5 Negara, setelah senjata Pindad kalahkan Eropa dan USA


Bravo TNI AD, Bravo Indonesia. Melalui PT Pindad dan TNI AD, Indonesia betul betul mencuri perhatian dunia, khususnya dalam hal persenjataan, saat dalam perlombaan menembak Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) beberapa waktu lalu Indonesia menang telak atas Australia, Amerika, dan sejumlah negara Eropa. Bayangkan, dari 50 medali emas yang diperebutkan, Indonesia mampu mendominasi dengan menyabet 30 medali emas, sisanya dibagi beberapa negara lain.

Indonesia memang selalu menjadikan dunia internasional penasaran dengan persenjataannya, bahkan bukan hanya sekali ini saja Indonesia menjadi jawara dalam perlombaan serupa. PT Pindad selaku pembuat senjata dan alat berat persenjataan telah berkali kali mendominasi.

“Ini bukan kemenangan pertama untuk Indonesia. Indonesia sudah menang (lomba menembak) delapan-sembilan tahunan. Kemenangan ini memang berimbas pada penjualan senjata dan lisensi,” ujar Direktur Utama PT Pindad Sylmi Karim kepada wartawan di Bandung, Kamis (4/6/2015).

Lebih lanjut, imbas dari kemenangan ini adalah bahwa hingga saat ini minimal ada 5 negara yang kepincut dengan senjata SS2 yang digunakan petembak TNI AD tersebut. Dari 5 negara tersebut, tiga negara sudah memperlihatkan keseriusan dan akan menandatangani MoU.

“Negara-negara tersebut berasal dari Asia, Afrika, dan Timur Tengah. Mereka memang pasar kami,” tutur Sylmi.

Mengenai negara mana yang tertarik pada senjata SS 2, Sylmi enggan menjawab. Ia sengaja merahasiakan nama negara karena khawatir ada yang menjegal sehingga menjadikan batalhya transaksi.

“Baru menang saja senjata dibongkar. Kami enggak mau sebutkan, nanti di-kilik-kilik, enggak jadi,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya harus menghargai keinginan pembeli. Kalau pembeli tidak. Mau namanya disebut, maka pihaknya tidak akan memublikasikannya. Sebab, penjualan alat pertahanan berbeda dengan produk lainnya. Ada sejumlah negara yang tidak berkenan disebutkan namanya demi masalah keamanan dan lainnya.

“Kalau pembeli tidak mau disebutkan, kami akan diam-diam saja,” imbuhnya.

Seperti di jelaskan diatas, bahwa dalam perlombaan AASAM, tim TNI AD mengalahkan Australia, Amerika, dan sejumlah negara Eropa dengan mengantongi 30 medali emas dari 50 medali yang diperebutkan.

Karena perbedaan perolehan medali yang begitu mencolok, panitia Australia hendak membongkar senjata buatan Pindad tersebut. Sikap panitia Australia ini mendapat perlawanan dari pihak TNI AD. Mereka menyatakan, jika panitia lomba hendak membongkar senjata TNI AD, maka panitia harus membongkar senjata semua peserta.

Sumber: kompas.com

Liga bola

test Liga bola Liga bola

gaya hidup

test posting gaya hidup